Kamis, 19 Mei 2011
Jeritan hampa
Hati ini sakit perih tak tampak..
Batin ini bingung tak menentu..
Namun semua tertahan tak dapat menyeruak..
Tak ada yang tau, tak ada yang peduli..
Tak ada yang mendengar jeritan hampa ini..
Disini..
Senja tak menyapa Gunung..
dan hamparan airpun tak mendengar..
Jeritan nada yang terkalahkan..
oleh deburan teriakan ombak menghempas karang..
Aku tertawa dalam kekalutan..
Aku tertawa dalam hinaan diri..
Aku terenyuh diam tak menatap..
Tatapan hamparan lautan kosong dengan patahan harapan..
Aku terdiam membisu hanya dengan air mata.. Readmore.....
Minggu, 01 Mei 2011
Rembulan menangis
Disini ada rembulan sedang menangis
Kemuning jatuh menimpa pasir putih
Sedih kusambut malam
sepedih kidung kinanti
Meloloskan diri dari kepungan sepi
Terjerat pada tikaman dusta
Menderu lukaku tiada tertahankan lagi
Bunda…aku ingin di pangkuanmu
Melenakan sebentar
Dari berat jalanku ini
Angin sepoi ringan
mengelupaskan kedukaan
Rembulan di tepian pantai
masih menangis
Pada ombak yang berkejaran
Pada nyiur melambai pelan
Rembulan tersedu di ujung malam
Bertanya pada serpihan karang
Tiada cukupkah kata ampunan dariku
Sementara rembulan
melenggok gemulai
Meninggalkan sejuta pesona nestapa
Sebab cinta tertusuk duri…
Kasih sayang terbelah berserakan
kini berhamburan tiada tertahankan
bagai bunga berguguran..
Kamis, 28 April 2011
Cinta penuh air mata
Bukan aku tega membiarkanmu
Menantikan diriku. . .
Sisi hatiku masih terbagi,,,
antara cinta dan air mata
Bagaimana aku buktikan cinta ku
kepadamu??
Tiada lagi yang tersisa dariku . . .
selain cinta dan tetes air mata!
Tak mungkin aku memilikimu
Karena diriku hanya ilalang kering!!
Meski takdirku bukan milikmu,,
Hanya kau yg mengisi hatiku
Simfoni hati enggan berhenti,,,
mendera dalam hati. . .
Jika ku bisa putar kembali,,,
engkau milikku pasti. . .
Sanggupkah aku mencintaimu?
Walau hanya dengan cinta dan tetes air mata…??!!!
Akku Merindumu
terhampar rinduku
dalam galau yang tak tentu
seperti terkurung dalam siksa terindah
akku merindukanmu
merindukan perjalanan malam kita
yang panjang tapi tak terasa
akku merindukanmu
merindukan sentuhan lembut
membelai pipiku
akku inginkan kamu
maski ku tau
ini tak lagi mungnkin
bahkan untuk sekedar merindukanmu pun
harusnya tak lagi boleh
karna kau telah memilihnya
menjadi penggantiku
yang kini mengisi relung hatimu
Sayatan luka
Keterpurukan mendalam dalam lembah hitam
tenggelam dalam derasnya arus perasaan
membawa pergi luka yang tersakiti
melangkah menahan perih yang tak berakhir
tak ada habisnya kau sayat hati ini
dengan belati kau ukir kejenuhanmu
dengan 6 kali ukiran kata sama d tempat yang sama
tak ada habisnya kau hempaskan cintaku
memberi harapan yang tlah pudar
kini hati ini bukan tempat permainan cintamu
aku letih dalam tangis semu
aku lelah dalam penantian tak berujung
tanpa kata kau mulai mnjauh dari cinta ku
kau pergi tanpa ucap
kau biarkan aku pergi membawa pedih
menahan perihnya luka hati
n tangis yg tak bernada
Jumat, 22 April 2011
Jalan Salib
Konspirasi tercipta !
Sang Anak Manusia ditukar 30 keping logam perak
Begitulah .......
Dini hari mencekam
Menghantarkan kegalauan
Bermuara kepasrahan
Penuh utuh
Bahwa piala tak mungkin lalu kecuali harus diminumNya
Waktu terus merambat,
Proses rekayasa semakin sempurna
Sampai .......
Tiba saatNya dicambuk
Tiba saatNya didera
Tiba saatNya memanggul salib
Tiba saatNya dipaku
Tiba saatNya disalibkan
Dan ........
Tiba saatNya meregang nyawa
Demikianlah
Kulminasi kasih setia telah ternyatakan
Bagi penebusan dosa
Umat manusia
Readmore.....
Salib itu
Rasakan Tubuh itu disesah
Bayangkan Kepala itu dimahkotai duri
… Namun piala tetap diminumNya
Lihat Tangan dan Kaki itu direjam
Rasakan Tubuh itu terpaku di salib
Bayangkan Badan itu dihujam tombak
… Namun lakon terus berlanjut
Lihat deraan lahir menusuk jiwa
Rasakan cercaan menerpa batin
Semua begitu memilukan
Semua begitu menyayat
Semua begitu mengiris
Terurai dalam
Ketulusan
Kepasrahan
Kelembutan
Ketegaran
Melampaui segala bentuk keakuan
Citra Teladan menyemat
Dalam wujud Junjungan Manusia
Gusti Pangeran ingkang Kuasa
Yesus Kristus
Readmore.....
Kamis, 14 April 2011
Nyanyian Ombak
Apakah engkau peduli hati seseorang ...wahai ombak
Engkau tidak sadar dan tidak mau tahu apakah orang terluka
atau tidak, engkau tetap bergerak bergulung-gulung.....
Deburanmu merupakan nyanyian hatimu
Apakah sama dengan nyanyian hatiku....
Ku tahu jawabannya pasti.... tidak.
Nyanyianmu deburanmu, nyanyianku curahan hatiku
Oh ombak teruslah berdebur sampai pantai.....
Hempaskan buihmu... hempaskan bebanmu
seperti hatiku.... menghempaskan perasaanku padanya.....
Ombak engkau sekarang pasti mengerti
mengapa aku memandangmu...
karena aku tahu engkau adalah pribadimu
yang tak peduli siapapun ada didepanmu....
akan engaku hempaskan, begitu juga diriku....
oh ombak bernyanyilah untukku
seperti engkau hempaskan dirimu di pantai...... Readmore.....
Rabu, 13 April 2011
Cahaya ku
Perlahan ia pun akan tumbang
Termakan oleh usia atau hempasan angin kencang
Yang menggoyahkan akar-akar di bawahnya …
Ketika saat itu terjadi
Tak pernah kita bayangkan
Betapa hidup ini adalah untuk sementara saja
Atas apapun yang telah menjadi kehendak-Nya …
Ya Allah, Kau cahaya di atas cahaya
Kau telah tentukan sebelumnya, apa yang belum kami rasakan
Ku coba tuk terus bertahan
Dalam menghadapi segala cobaan-cobaan-Mu …
Dan kami semua tahu
Kami hanyalah hamba-Mu
Yang penuh dengan segala kelemahan dan kekurangan
Sujud kami mengharap pertolongan dari-Mu …
Ya Allah, detik-detik yang Kau ciptakan dalam perjalanan kami
Kami yakin bahwa kan ada hikmah di balik semua itu
Semoga kami bisa bersabar dan berlindung pada-Mu
Tuk selalu mencari cinta, kasih -Mu di dunia ini … (Amin) Readmore.....
Senandung embun
ada yang bersenandung di tengah rinai
di balik batu – batu kali
ada yang menari
di antara senandung hati
Angin masih berirama
di sela daun – daun kelapa
menyusup penat jiwa
jiwa yang ingin tertawa
Di jendela nako tua
tetes – tetes embun jatuh perlahan
tetap berirama
senada gerimis di luar sana
Kabut merimba di senja
menggores tentram langit jingga
burung camar enggan berirama
ada kabut di langit sana
Sekelebat bayang wajah di antara embun
menggugah jiwa yang melayang dalam lamunan
bukan, bukan wajahnya yang aku ingin
dengan diam coba kuhapus
sakit sesak di dada
tetap tak kuingin
embun, lukis wajahnya
wajahnya yang ada di hatiku
bukan dia, bukan kabut Readmore.....
Kamis, 07 April 2011
Cinta
aku ingin hidup seabad
bila cinta adalah keindahan
aku ingin slalu memandangmu
…
bila cinta adalah luka
aku takkan pernah peduli betapa sakitnya
aku ingin terus mencintaimu
tak pernah peduli seberapapun pahitnya
bila cinta adalah air mata
aku akan tetap tersenyum
agar kamu tahu
aku begitu tulus menyayangimu….. Readmore.....
Perpisahan Termanis
kini aku harus pamit untuk menjemput impian
Tak ada yang abadi di dunia
Segalanya mesti berubah
Terima kasih sudah menjadi teman baiku
Terima kasih sudah menjadi sobat karibku
Terima kasih sudah menjadi bagian dari jalan hidupku
Maafkan semua kesalahanku
Maafkan segala kekuranganku
Tak ada yang mesti ditangisi
Karena aku tidak akan jauh
Teman, sahabat, tetaplah mengingat setiap kenangan indah yang telah kita lewati
Lupakan kepahitan atas kesalahpahaman kita..
Sampai Jumpa dilain waktu Readmore.....
Selasa, 05 April 2011
Bintang rinduku
andai kutahu...
ini rasanya bila dikasihi
ini rasanya menyayangi
ini rasanya merindui
pasti takkan kubiar masa lalu terbiar kosong
disulam angan dan penantian tak pasti
pasti kusambut kasih dan sayang
pasti kujalin rindu di tangkai hati
biar kukuh tersemat tidak lari
andai kutahu...
hebatnya kasih yang dikau dambakan
takkan kubiar kau terus dalam penantian
bersama kekeliruan tiada henti
kasihku...
rindu yang hadir tak bisa ku usir jauh....
makin diusir...kian hampir ia mendekat...
kadangku lelah...menahan rindu
tapi kusedar...manisnya rindu ini...
mana mungkin kulepas ia berlalu
kerana rindu ini...
hanya padamu....
Selasa, 29 Maret 2011
Batu karang
aku merasa aku rapuh...
aku bisa tertawa...
juga bercanda bersama...
tapi tahukah kau aku terluka...
aku merasa pandai...
pandai untuk berdusta aku bahagia...
pandai bersembunyi dalam ceria...
pandai dalam berahasia... aku merupa cahaya...
tapi meraba dalam gelap...
aku ingin kuat...
sekuat batu karang...
Senin, 28 Maret 2011
Kutetap menanti
Meski dirimu bukan milikku
Namun hatiku tetap untukmu
Berjuta pilihan disisiku
Takkan bisa mengantikanmu
Walau badai menerpa
Cintaku takkan ku lepas
Berikan kesempatan untuk membuktikan
Ku mampu menjadi yang terbaik
Dan masih menjadi yang terbaik
Ku akan menanti
Meski harus penantian panjang
Ku akan tetap setia menunggumu
Ku tahu kau hanya untukku
Biarkan waktuku
Habis oleh penantian ini
Hingga kau percaya betapa besar
Cintaku padamu ku tetap menanti
Walau badai menerpa
Cintaku takkan ku lepas
Berikan kesempatan untuk membuktikan
Ku mampu jadi yang terbaik
Dan masih jadi yang terbaik
Ku akan menanti
Meski harus penantian panjang
Ku akan tetap setia menunggumu
Ku tahu kau hanya untukku
Biarkan waktuku
Habis oleh penantian ini
Hingga kau percaya betapa besar
Cintaku padamu ku tetap menanti
Penantian panjang
Ku akan menanti
Meski harus penantian panjang
Ku akan tetap setia menunggumu
Ku tahu kau hanya hanya untukku
Biarkan waktuku
Habis oleh penantian ini
Hingga kau percaya betapa besar
Cintaku padamu ku tetap menanti
Cintaku padamu..
Ku tetap menanti
Meski dirimu bukan milikku
Namun hatiku tetap untukmu
Jumat, 25 Maret 2011
Cinta tulus
sebuah cinta yang tulus…
kuterus mencari….
tanpa putus…
kini kudapat….
apa yang kucari….
cinta yang hebat…
dan penuh arti..
tapi sayang….
hanya sedikit waktu yang aku punya…
karena semua akan hilang…
bersama berhentinya nafas diraga…
aku sudah tak punya waktu…
tapi cintamu…
akan menghantarkan ku ..
dalam peristirahatanku…
aku akan menanti…
akan kupenuhi janji….
untuk menjadi…
sang kekasih hati…
tapi sayang…
bukan didunia ini…
bukan dikehidupan ini
dan bukan dalam waktu dekat ini.. Readmore.....
Senin, 21 Maret 2011
Aku Tetap Milikmu
Kupikir kau sudah
Melupakan aku
Ternyata hatimu
Masih membara untukku
Waktu 'kan berlalu
Tapi tidak cintaku
Ia mau menunggu
Untukmu untukmu
**
Aku milikmu malam ini
'kan memelukmu sampai pagi
Tapi nanti bila ku pergi
Tunggu aku disini
Aku Milik mu
Terdengar lirih bisikanmu
Diantara bayang - bayangmu
Terucap kata cinta
Yang dulu tersimpan
Dan tak mau pergi…
Sekejap cinta terlahir
Namun jadi sebuah cerita
Yang tak mungkin terlupa
Kuukir dihati
Dan tak mau pergi
Mungkinkah kumiliki
Cinta seperti ini lagi
Jangan biarkan aku
Kehilangan dirimu
Coba dengarkanlah sumpahku (Janji suci)
Dari hati… Aku cinta kamu
Jangan dengar kata mereka
Yang tak ingin kita satu
Yakinkan aku milikmu…
Aku milikmu…
Jalinan cinta tulus suci
Terpadu terikat erat
Jangan terpisah lagi
Waktu ‘kan menguji
Cinta kita berdua
Minggu, 20 Maret 2011
SHE
She was young
Her life had just begun
All of a sudden it was taken away
I didn't even get to say the things I wanted to say
Only if God could see
How she could of turned out to be
Love was the cause
She was wrong and broke the law
SHe wasn't the only one to pay
I still cry to this day
SHe would have been 31 this year
Sometimes I envision her in my mind
As clear as I would in a mirror
I only hope she knows
that no matter where in life I go
I love her so much
I only wish I could feel her touch
Only if God could see
How much she meant to me
Why won't the sorrow disappear?
Why can't I stop shedding the tears?
I never told her how much I cared
or how much I enjoyed the things we shared
All of mind is filled with hate
Because I never told her of my love
and now it's too late
Sometimes I feel she's here
I only wish she didn't drink that beer
For she'd be alive today
and I wouldn't think of reasons "Why?" to say
Kamis, 17 Maret 2011
Dalam doaku
semalaman tak memejamkan mata, yang meluas bening
siap menerima cahaya pertama, yang melengkung hening
karena akan menerima suara-suara
Ketika matahari mengambang tenang di atas kepala,
dalam doaku kau menjelma pucuk-pucuk cemara yang
hijau senantiasa, yang tak henti-hentinya
mengajukan pertanyaan muskil kepada angin
yang mendesau entah dari mana
Dalam doaku sore ini kau menjelma seekor burung
gereja yang mengibas-ibaskan bulunya dalam gerimis,
yang hinggap di ranting dan menggugurkan bulu-bulu
bunga jambu, yang tiba-tiba gelisah dan
terbang lalu hinggap di dahan mangga itu
Maghrib ini dalam doaku kau menjelma angin yang
turun sangat perlahan dari nun di sana, bersijingkat
di jalan dan menyentuh-nyentuhkan pipi dan bibirnya
di rambut, dahi, dan bulu-bulu mataku
Dalam doa malamku kau menjelma denyut jantungku,
yang dengan sabar bersitahan terhadap rasa sakit
yang entah batasnya, yang setia mengusut rahasia
demi rahasia, yang tak putus-putusnya bernyanyi
bagi kehidupanku
Aku mencintaimu.
Itu sebabnya aku takkan pernah selesai mendoakan
keselamatanmu Readmore.....









