Kukenal Mbah Sarwi sebagai pedagang sayur di Pasar Minggu.Aku memang sering berbelanja sayur ke sana, sembari perjalanan pulang dari Jakarta ke Depok.
Usianya mungkin sekitar 65 tahun. Tubuhnya ringkih dibalut kain kebaya. Memang tampak sederhana karena Mbah Sarwi tidak memiliki perhiasan yang layak untuk dipamerkan. Kalaupun ada yang berharga, hanyalah sepasang anting emas di telinganya. Sementara ditangan kirinya terjuntai dua buah gelang karet berwarna kuning.
Tapi aku sangat menghormatinya karena Mbah Sarwi adalah guruku: Guru yang membukakan mataku tentang sisi lain kehidupan, mengajariku tentang arti kepasrahaan kepada Tuhan juga semangat pantang menyerah. Biasanya aku hanya memberikan uang kepada Mbah Sarwi, sembari mengatakan rencana sayur yang akan kubuat. Dengan cekatan beliau memilihkan sayur kepadaku.
Pernah aku bertanya, apakah Mbah Sarwi tidak merasa takut bersaing dengan supermarket, hypermarket bahkan pedagang lain yang menjadi saingannya? Beliau hanya menjawab bahwa rizki kuwi wis ono sing ngatur, ono dino yo ono upo. Pernah sesekali aku berpandangan negative bahwa mungkin sikap beliau adalah cermin sebuah keterbelakangan, moral peasant. Menurut Samuel W. Popkin (?), seorang petani lebih bodoh dari buruh, sehingga dianalogikan bahwa petani akan berteriak adanya banjir apabila air telah mencapai leher. Dan Mbah sarwipun mungkin baru akan menyadari kekeliruannya setelah modalnya habis dan bangkrut.
Akan tetapi sekitar dua tahun aku berlangganan, tidak kutemukan sebuah kemunduran. Bahkan kini Mbah Sarwi bisa membeli sebuah timbangan. Biasanya beliau meminjam timbangan dari pedagang sayur disampingnya. Beliau juga berceritera bahwa beliau habis menjenguk keluarganya di Madiun, karena cucunya dikhitan. Dan beliau merasa bersyukur karena Tuhan terus memberikan berbagai kebahagiaan di penghujung usianya.
Jawaban-jawaban Mbah Sarwi memang membuatku mati langkah. Kepasrahannya kepada Tuhan, mengalahkan ceramah para agamawan yang kadang harus menetapkan tariff bagi mereka mengundangnya. Kegigihannya dalam berusaha, mengalahkan kaum pengusaha yang terbukti hanya bisa menjual lisensi dan praktek monopoli.
Hukum Tuhan memanglah misteri. Orang yang kita pandang lemah, justru sebenarnya adalah orang yang kuat. Banyak orang kaya yang justru merasa khawatir tentang hartanya serta banyak orang berilmu merasa khawatir akan wibawanya.
Minggu, 24 April 2011
Semangat mbah sarwi
Sabtu, 16 April 2011
Birunya langit hari ini
Yeah.. I’m alive!
Birunya langit hari ini mengajariku akan suatu hal, segalanya akan selalu berganti seperti indahnya langit hari ini, sebelumnya aku melihat mendung menutupi hamparan luas perkamen langit, namun angin mematuhi melukis takdirMu mengganti kelabunya langit mejadi biru nan elok, langit membiru seolah menitipkan senyuman matahari, mereka ingin kita selalu tersenyum, tersenyumlah untuk sekarang dan nanti sampai waktu cukup untuk melepas kita pergi, karena dengan senyuman segala hal yang menyiratkan kesedihan akan berangsur menghilang dan membuat segalanya terasa lebih mudah, kala kesedihan itu menghampiri ingatlah setiap kebahagiaan yang kita terima selama ini, bukankah porsi kebahagiaan lebih banyak dibandingkan kesedihan, lalu apa lagi yang kita risaukan? Karena setiap kesedihan atau kebahagiaan akan segera berakhir dan berganti dengan peristiwa lagi, sebuah proses pembelajaran untuk memahami mengapa kita hidup saat ini.
Aku berjalan hanya dengan mata hati, bernafas hanya dengan tekad, aku mendaki penuh dengan teka teki, dimanakah matahariku?
Matahariku selalu bersinar, namun makna sinarnya hanya mengenai mereka yang mau membuka diri, meskipun cahayanya seolah menerpa setiap insan di bumi ini, tapi tiap tiap yang menerima berbeda mengartikannya, ada yang bingung mengapa matahari ini kadang bersinar kadang redup, ada yang sedih kenapa matahari redup hari ini, ada yang risau akankah dapat melihat lagi indahnya matahari hari ini, dan ada pula yang berfikir mengapa matahari tidak pernah lelah bersinar? Kita berada dimana, kita berhak memilih.
Matahariku selalu bersinar, takdirnya memberi arti kehidupan ini, aku pun ingin seperti dia dengan segala kemampuan yang aku miliki saat ini, berusaha memberi arti, bukankah kita terlahir di dunia ini adalah dengan takdirNya, dan kita terlahir di dunia ini bukan tanpa tujuan melainkan membawa pesan- pesan Tuhan, hidup ini pilihan, dan aku telah putuskan, pilihan yang wajib aku perjuangkan. Aku dalam masa proses, tapi keyakinanku sangat kuat, aku harus berjuang kawan, kamu bisa aku pun bisa!
Bila Aku jatuh nanti, Aku siap Melompat lebih Tinggi.
Tetap Semangat dan Hadapi setiap Episode Hidup dengan Senyuman :-)
Everyone feels pain
But surely, after suffering satisfaction will arrive
Step by step, I want find that light :-) Readmore.....
Orang tua TERBAIK
Bisa mengobrol dangan ayah itu pasti asyik. Atau bisa curhat pada ibu juga pasti lebih melegakan daripada curhat kepada teman.
Tetapi tidak dengan orangtuaku. Ya, orangtuaku. Mereka adalah manusia super sibuk. Ibuku setiap pagi harus pergi mengajar anak anak lain sepertiku, dan pulang di siang hari. Dan malamnya ia pakai untuk mengerjakan tugas tugasnya sebagai guru, memeriksa tugas dan ulangan mereka. Dan sisa waktu luangnya ia gunakan untuk meregangkan otot ototnya.
Tidakkah ia ingat denganku yang masih remaja dan membutuhkan perhatian lebih? Aku ini remaja labil kawan, sedikit di sentuh langsung terjatuh. Aku butuh ibu yang bisa mendengarkan semua cerita dan keluh kesahku. Dan yang lebih menyakitkan bagiku adalah ketika aku melihat ibuku sedang mengajar anak anak sepertiku, ia terlihat begitu perhatian kepada anak anak itu. Tetapi tidak denganku. Ya , tidak denganku.
Terlebih lagi ayahku, ia lebih sibuk dari ibuku. Ia terkadang pergi di pagi buta dan pulang malam hari. Atau terkadang pulang sore hari atau siang hari, atau … ah sudahlah tak akan kutuliskan jadwal keseharian ayahku karena aku pun tidak mengerti dengan jadwal ayahku yang tidak tentu itu. Mengingat pekerjaanya sebagai salah satu orang yang berwenang di perusahaannya dan tidak memiliki waktu yang mengikat, dan mengingat perannya yang cukup penting di masyarakat membuatnya harus selalu menyediakan waktu untuk masyarakatnya. Lalu sisa waktu luangnya di rumah ia gunakan untuk menyelesaikan beberapa pekerjaannya. Maka di rumah ia hanya duduk di depan laptop hitamnya atau tidur untuk meregangkan otot ototnya. Ketika aku mencoba mengobrol dengannya, iya hanya menjawab “hmm” lalu beberapa saat diam, lalu berkata “tadi bilang apa?’ lalu sibuk mengetik dan manatap layar kaca laptopnya.
Kawan, sakali lagi kukatakan padamu, aku ini remaja labil. Aku butuh seorang lelaki yang bisa membuat aku tertawa dan melupakan tumpukkan tugas dan pr dari sekolahku untuk beberapa saat.
Ya, aku iri padamu kawan. Sampai suatu saat ketika sebentar lagi umurku akan merubah statusku. Dari remaja menjadi dewasa. Sesuai dengan Undang Undang Republik Indonesis. Kira kira berapa umurku saat itu? Yap. 16 tahun kawan.
Saat itu, saat aku berusia 16 tahun. aku bicara dengan ayah dan ibuku. Kali ini kami saling menatap wajah, aku mengobrol banyak hal pada mereka. Aku tanyakan semua pertanyaan yang selalu kupendam selama ini. Rasanya nyaman kawan. Nyaman sekali rasanya bisa mengobrol dengan ayah dan ibu, tetapi, walaupun aku senang, saat itu aku melihat wajah ayah dan ibuku dengan seksama. Kau tau kawan? Mata mereka kini tidak lagi cerah seperti dulu, matanya menyiratkan kelelahan, kulit mereka tidak lagi segar, kini mulai tumbuh keriput keriput kecil di sisi mata kanan dan kirinya.
Ya Allah, saat itu aku berpikir… apakah wajah kelelahan itu untukku? Ya kawan, semuanya untukku. Setiap hari mereka berjuang untukku, berjuang agar aku bisa sekolah dan menabung untuk uang kuliahku. Dan karena aku tidak menyadari semua itu, aku biarkan ayahku mengambil rapor sekolahku dengan nilaiku yang tidak memuaskan. Tapi apa katanya kawan? “tak apa apa nak, masih ada semester depan, belajarlah yang rajin ya” ya, itulah yang ia katakan. Ia selalu memotivasiku.
Maka pantaskah aku berharap untuk dibuat tertawa oleh mereka? Pantaskah aku jejali hari hari melelahkan mereka dengan cerita ceritaku yang membosankan? Seharusnya aku yang membuat mereka bahagia dan membuat mereka tertawa. Ya, aku seharusnya berpikir lebih dewasa. Ayah, ibu, maafkan aku.
Dan detik itu juga kawan, aku tidak berpikir bahwa aku iri padamu, tapi aku bangga karena aku punya orangtua terbaik di dunia. Readmore.....
Selasa, 12 April 2011
Cermin diri
Dahulu di sebuah desa kecil jauh, ada tempat yang dikenal sebagai rumah 1000 kaca. Anjing kecil yang bahagia mengetahui tempat ini dan memutuskan untuk mengunjungi. Ketika ia tiba, ia melompat gembira menaiki tangga ke pintu rumah. Ia melihat melalui pintu sambil telinganya mengangkat tinggi dan ekornya bergoyang-goyang.
Sangat mengejutkan, ia melihat ada 1000 anjing kecil lain sedang mengibaskan ekor sepertinya. Ia pun tersenyum dengan hebat, dan ajaibnya yang dilihatnya justru ada 1000 anjing yang tersenyum hangat dan ramah seperti dirinya. Saat ia meninggalkan gedung itu, ia berpikir, "Ini adalah tempat yang indah, aku akan kembali dan sering mengunjunginya."
Di desa yang sama, ada anjing kecil lain yang tidak begitu sesenang dengan yang pertama, namun memutuskan untuk mengunjungi rumah 1000 kaca. Dengan perlahan-lahan, anjing yang kedua ini pun menaiki tangga dan menunduk rendah sambil menatap pintu. Ketika ia melihat ke dalam ternyata ada 1000 anjing yang tampak tidak ramah menatap ke arahnya, ia menggeram pada mereka dan merasa ngeri melihat 1000 anjing kecil menggeram ke arahnya. Saat dia pergi meninggalkan gedung, ia berpikir, "Ini adalah tempat yang mengerikan, dan aku tidak akan pernah kembali ke sana lagi."
Seluruh manusia di dunia ini adalah cermin bagi diri Anda. Refleksi apa yang ingin Anda lihat dari orang-orang yang Anda temui? Orang-orang tersenyum kepada Anda atau justru Anda melihat wajah-wajah yang memperlihatkan bahwa mereka sedang mengalami banyak masalah dan beban?
Untuk memiliki wajah yang selalu memancarkan sukacita, Anda harus memiliki hati yang selalu bersukacita. Hati adalah sumber dari mimik wajah yang akan Anda perlihatkan kepada orang lain. Ketika Kristus tinggal di dalam hati Anda maka Anda akan dapat selalu bersukacita dalam segala situasi dan kondisi.
Orang yang di dalam hatinya ada Tuhan Yesus, wajahnya selalu berseri-seri.
Minggu, 10 April 2011
KODOK yang gembira
"Hmmmmm…yummy…sedapnya!" kata Kodok.
Tidak lama kemudian, Puru juga dapat menangkap seekor lalat yang terbang melintasinya. Dia menelan lalat yang ditangkapnya itu dengan muka yang kelat dan masam.
"Huh…lalat kurus. Rasanya juga meloyakan!" Puru merungut.
Tengahari itu, Kodok berjaya menangkap beberapa ekor lalat yang baginya semuanya lazat belaka. Sementara itu, Puru hanya membiarkan lalat-lalat berterbangan melintasinya kerana baginya lalat-lalat tersebut tidak menyelerakan.
"Puru, sungguh indah tempat ini kan? Banyak lalat yang lazat, suasananya juga aman dan damai. Perut aku dah kenyang. Aku rasa nak tidur sekejap di atas daun lili ini sambil menikmati kehangatan sinaran matahari sebelum ia terbenam" kata Kodok dengan perasaan gembira.
"Pada aku, tempat ini sangat jelek. Lalat di sini kurus-kurus belaka. Aku rimas tinggal di sini, panas!" kata Puru dengan nada yang tidak puas hati.
Malam itu, bulan mengambang penuh. Kodok menyanyi dengan riang untuk menyatakan kesyukurannya tinggal di situ. Kawan-kawannya tumpang sekaki meraikan kebahagian dan kegembiraan yang dikecapi oleh Kodok.
"Gendang gendut tali kecapi, kenyang perut suka hati….."
Berlainan sekali dengan Puru, dia duduk di satu sudut sambil merungut tak habis-habis. Geram hatinya melihat Kodok yang riang gembira menyanyi bersama kawan-kawan sedangkan dia duduk keseorangan. Lebih parah, perutnya terasa pedih kerana kelaparan.
Cerita di atas mengisahkan bagaimana dua ekor katak, Kodok dan Puru tinggal di tempat yang sama, makan makanan yang sama tapi mengalami situasi kehidupan yang berbeza - seekor gembira dan seekor lagi asyik merungut. Apa yang membezakan dua ekor katak tersebut ialah Kodok sentiasa rasa bersyukur dan redha dengan apa yang diperolehinya sedangkan Puru pula sentiasa merasa tidak puas hati dan tidak bersyukur.
Like Kodok, if we feel gratitude for our blessings, more good things will come our way. Our good feelings attract more good back to us. This is the Law of Attraction.
Sebagai contoh, jika kita ingin mendapat wang yang lebih, bersyukurlah dengan gaji yang kita dapat sekarang walau sekecil mana pun ia. Be happy, be grateful, be positive and don't complain. All these positive feelings will attract more good back to us!. Sebaliknya, jika kita fokus kepada gaji kita yang sedikit, asyik merungut tak habis-habis dan tidak bersyukur, segala kebaikan akan menjauhi kita.
Sekiranya kita ingin suami atau isteri lebih menyayangi kita, bersyukurlah dengan apa yang ada pada diri pasangan kita. Redha dan terima kelebihan dan kekurangannya. Hargai pasangan kita walaupun sekecil mana sekalipun kebaikan yang dilakukannya terhadap kita. Kita akan mendapati bagaimana sikap-sikap yang positif ini akan mengubah hubungan kita ke arah yang lebih baik.
Cari cara-cara yang kreatif untuk menyatakan kesyukuran dan penghargaan dalam setiap perkara yang kita lakukan setiap hari. One of our basic needs is the desire to feel appreciated. Semakin kita menghargai isteri atau suami kita, semakin dia berkeinginan untuk melakukan sesuatu yang menggembirakan kita. This attraction also works in every area of our life - the financial, spiritual, emotional and even physical dimensions.
Mulakan hari ini dengan penuh kesyukuran walaupun mungkin hari ini tidak secerah seperti yang kita harapkan. Menjelang malam sebelum tidur, teliti semula segala kebaikan yang kita dapat atau terima sepanjang hari dan bersyukurlah.. berterimakasih dan menghargai setiap kebaikan yang kita terima daripada isteri/suami, anak-anak, kawan-kawan, persekitaran malah sesiapa saja dan yang paling penting, berterimakasihlah kepada Allah.
May be we can ask these questions to ourselves before we sleep tonight…
• Do I feel thankful for my blessings?
• Do I express my gratitude to others when they brighten my day?
• How can I incorporate more gratitude into my daily life Readmore.....
Jumat, 08 April 2011
Putriku
Menjelang engkau dewasa
Pintallah benang-benang keimanan
untuk pakaian keseharianmu
Sebutlah nama Tuhanmu
Dalam setiap tarikan nafasmu
Agar engkau selamat, tidak diperkosa dan dianiaya
Oleh kaum durjana, kaum jin, kaum iblis yang angkara
Dan tidak diperdaya situasi zaman
yang memang sudah gila tak kenal iba
Lindungilah
Tabir kesucianmu
dengan sifat malu dan dengan benteng Ilahi
yang berwujud pesona cahaya
yang terpancar dari senyummu
Kelak, jika tiba masamu
pilihlah suami yang baik, bersahaja,
tidak kaya, tidak miskin,tapi agungkan doa
mengagungkan alkitab
fasih mengumandangkan kebenaran dan keadilan,
setia dalam cinta,
setia dalam suka dan duka, dan
setia dalam menjaga keluarga
dari hal-hal yang tidak direlakan Tuhan
Lantas lahirkan dari kesucian rahimmu
seribu generasi teladan, seribu generasi pilihan
yang terukir dengan standar alkitabiah
Akhirnya, jadilah engkau seorang ibu sejati
sepanjang hayat masih dikandung badan
hingga pada saatnya, di akhir masa nanti
Engkau akan dikenang sebagai mentari sejati
bagi peradaban umat manusia ini
Putriku, camkan nasihat ibumu yang tulus murni.
Readmore.....
Kamis, 07 April 2011
Nikmati saja apa adanya
Semakin difikirkan semakin rumit dan yang difikirkan benar tidak selalu benar, analisa ngarol ngidul tak kunjung selesai membuat semuanya tampat sangat rumit. Hidup Indah yang didambakan semakin pudar dengan terlalu banyak urusan yang tidak perlu.
Semua ada waktunya, langkahpun ada hitungannya sehingga menghasilkan irama perjalanan yang harmonis.. Dorongan Ego selalu menekan dan memaksa, lupa akan tubuh yang semakin rentan..sebenarnya sudah berteriak… STOPPP….
Akhirnya sampai pada sebuah titik berhenti sejenak, menghentikan semua lamunan, khayalan, angan-angan yang membuat pusing kepala. Hidup untuk mencari kebahagiaan dan bahagia itu sebenarnya sangat dekat…hanya sering dicari ditempat yang sangat sulit dan sangat jauh…Kebahagiaan selalu ada bersama waktu, langkah dan nafas..tinggal Nikmati saja apa adanya…
Selasa, 05 April 2011
Jendela Rumah sakit
Sedangkan pria yang lain harus berbaring lurus di atas punggungnya.
Setiap hari mereka saling bercakap-cakap selama berjam-jam. Mereka membicarakan istri dan keluarga, rumah, pekerjaan, keterlibatan mereka di ketentaraan, dan tempat-tempat yang pernah mereka kunjungi selama liburan.
Setiap sore, ketika pria yang tempat tidurnya berada dekat jendela di perbolehkan untuk duduk, ia menceritakan tentang apa yang terlihat di luar jendela kepada rekan sekamarnya. Selama saru jam itulah, pria ke dua merasa begitu senang dan bergairah membayangkan betapa luas dan indahnya semua kegiatan dan warna-warna indah yang ada di luar sana.
“Di luar jendela, tampak sebuah teman dengan kolam yang indah, itik dan angsa berenang-renang cantik, sedangkan anak-anak bermain dengan perahu-perahu mainan. Beberapa pasangan berjalan bergandengan di tengah taman yang dipenuhi dengan berbagai macam bunga berwarnakan pelangi. Sebuah pohon tua besar menghiasi taman itu. Jauh di atas sana terlihat kaki langit kota yang mempesona. Suatu senja yang indah.”
Pria pertama itu menceritakan keadaan di luar jendela dengan detil, sedangkan pria yang lain berbaring memejamkan mata membayangkan semua keindahan pemangdangan itu. Perasaannya menjadi lebih tenang, dalam menjalani kesehariannya di rumah sakit itu. Semangat hidupnya menjadi lebih kuat, percaya dirinya bertambah.
Pada suatu sore yang lain, pria yang duduk di dekat jendela menceritakan tentang parade karnaval yang sedang melintas.Meski pria yang ke dua tidak dapat mendengar suara parade itu, namun ia dapat melihatnya melalui pandangan mata pria yang pertama yang menggambarkan semua itu dengan kata-kata yang indah.
Begitulah seterusnya, dari hari ke hari, satu minggu pun berlalu.
Suatu pagi,perawat datang membawa sebaskom air hangat untuk mandi. Ia mendapati ternyata pria yang berbaring di dekat jendela itu telah meninggal dunia dengan tenang dalam tidurnya. Perawat itu menjadi sedih lalu memanggil perawar lain untuk memindahkannya ke ruang jenazah. Kemudian pria yang kedua ini meminta pada perawat agar ia bisa dipindahkan ke tempat tidur di dekat jendela itu. Perawat itu menuruti semua kemauannya dengan senang hati dan mempersiapkan segala sesuatunya. Ketika semuanya selesai, ia meninggalkan pria tadi seorang diri dalam kamar.
Dengan perlahan dan kesakitan, pria ini memaksakan dirinya untuk bangun. Ia ingin sekali melihat keindahan di dunia luar melalui jendela itu. betapa senangnya, akhirnya ia bisa melihat sendiri dan menikmati semua keindahan itu. Hatinya tegang, perlahan ia menjengukkan kepalanya ke jendela di samping tempat tidurnya. Apa yang dilihatnya? Ternyata, jendela itu menghadap ke sebuah TEMBOK KOSONG !!!
Ia berseru memanggil perawat dan menanyakan apa yang membuat teman pria yang sudah wafat tadi bercerita seolah-olah melihat semua pemandangan yang luar biasa indah di balik jendela itu. Perawat itu menjawab bahwa sesungguhnya pria tadi adalah seorang yang buta bahkan tidak bisa melihat tembok sekalipun.
“Barangkali ia ingin memberimu semangat hidup” Kata perawat itu.
Renungan :
Kita percaya, setiap kata selalu bermakna bagi setiap orang yang mendengarnya. Setiap kata, adalah layaknya pemicu yang mampu menelisik sisi terdalam hati manusia, dan membuat kita melakukan sesuatu. Kata-kata, akan selalu memacu dan memicu kita untuk berpikir, dan bertindak.
Kita percaya, dalam kata-kata, tersimpan kekuatan yang sangat kuat. dan kita telah sama-sama melihatnya dalam cerita tadi. Kekuatan kata-kata, akan selalu hadir pada kita yang percaya.
Kita percaya, kata-kata yang santun, sopan, penuh dengan motivasi, bernilai dukungan, memberikan kontribusi positif dalam seetiap langkah manusia. Ucapan-ucapan yang bersemangat, tutur kata kata yang membangun, selalu menghadirkan sisi terbaik dalam hidup kita. Ada hal-hal yang mempesona saat kita mampu memberikan kebahagiaan kepada orang lain. menyampaikan keburukan sebanding dengan setengah kemuraman, namun. Menyampaikan kebahagiaan akan melipatgandakan kebahagiaan itu sendiri. Readmore.....
Selasa, 29 Maret 2011
MALAM
berteman dengan hembusan dingin
dia yang berbajukan hitam
kadang menunjukkan taring
dia buta
buta akan segalanya
sebuah lentera mungkin berguna
mata angin membantunya
dia bersandar pada asa
dia tabah
tabah bergaul dengan yang tidak seharusnya
makhluk jalang kadang menggodanya
yang liar terus mengancamnya
dia tak bergema
dia tak sendirian
bulan, bintang itulah sahabat sejatinya
dia mempunyai pemujanya tersendiri
tak sedikit yang menyambutnya
tapi banyak juga yang menghindari
dia sang penanda...
penanda berakhirnya sebuah aktivitas
dan penanda dimulainya sebuah kehidupan lain
bagai dua sisi mata uang
berbanding terbalik dengan sang siang
dia buta tapi dia tabah
dia tak sendirian karena dia sang penanda
dia bernama malam... Readmore.....
persahabatan
semua begitu menyatu dan mengalir seperti air
tak peduli latar belakang masing-masing
semua saling menerima entah dia kaya atau miskin
entah dia jelek atau rupawan
persahabatan itu aneh dan kadang bisa menyebalkan
satu harus mengerti yang lain tak mau mengerti
satu egois dan pemarah yang lain harus menjadi si sabar
selalu ada untuk satu dan lainnya
persahabatan itu menyenangkan
saling ledek saling hina
tanpa dendam dan kecewa
tertawa bersama
persahabatan itu seperti rantai
saling terkait dan saling mengikat satu sama lain
persahabatan itu seperti susu kental
manis hingga tetes terakhir
Readmore.....
Senin, 21 Maret 2011
Kisah nyata seorang wanita Karir
Saya seorang ibu dengan 2 orang anak , mantan direktur sebuah Perusahaan multinasional. Mungkin anda termasuk orang yang menganggap saya orang yang berhasil dalam karir namun sungguh jika seandainya saya boleh memilih maka saya akan berkata kalau lebih baik saya tidak seperti sekarang dan menganggap apa yang saya raih sungguh sia-sia.
Semuanya berawal ketika putri saya satu-satunya yang berusia 19 tahun baru saja meninggal karena overdosis narkotika. Sungguh hidup saya hancur berantakan karenanya, suami saya saat ini masih terbaring di rumah sakit karena terkena stroke dan mengalami kelumpuhan karena memikirkan musibah ini.
Putera saya satu-satunya juga sempat mengalami depresi berat dan Sekarang masih dalam perawatan intensif sebuah klinik kejiwaan, dia juga merasa sangat terpukul dengan kepergian adiknya. Sungguh apa lagi yang bisa saya harapkan. Kepergian Maya dikarenakan dia begitu guncang dengan kepergian Bik Inah pembantu kami.. Hingga dia terjerumus dalam pemakaian Narkoba.
Mungkin terdengar aneh kepergian seorang pembantu bisa membawa dampak Begitu hebat pada putri kami. Harus saya akui bahwa bik Inah sudah seperti keluarga bagi kami, dia telah ikut bersama kami sejak 20 tahun yang lalu dan ketika Doni berumur 2 tahun. Bahkan bagi Maya dan Doni, bik Inah sudah seperti ibu kandungnya sendiri.
Ini semua saya ketahui dari buku harian Maya yang saya baca setelah dia meninggal.. Maya begitu cemas dengan sakitnya bik Inah, berlembar-lembar buku hariannya berisi hal ini. Dan ketika saya sakit (saya pernah sakit karena kelelahan dan diopname di rumah sakit selama 3 minggu) Maya hanya menulis singkat sebuah kalimat di buku hariannya "Hari ini Mama sakit di Rumah sakit" , hanya itu saja.
Sungguh hal ini menjadikan saya semakin terpukul. Tapi saya akui ini semua karena kesalahan saya. Begitu sedikitnya waktu saya untuk Doni, Maya dan Suami saya. Waktu saya habis di kantor, otak saya lebih banyak berpikir tentang keadaan perusahaan dari pada keadaan mereka. Berangkat jam 07:00 dan pulang di rumah 12 jam kemudian, bahkan mungkin lebih. Ketika sudah sampai rumah rasanya sudah begitu capai untuk memikirkan urusan mereka.
Memang setiap hari libur kami gunakan untuk acara keluarga, namun sepertinya itu hanya seremonial dan rutinitas saja, ketika hari Senin tiba saya dan suami sudah seperti "robot" yang terprogram untuk urusan kantor. Sebenarnya ibu saya sudah berkali-kali mengingatkan saya untuk berhenti bekerja sejak Doni masuk SMA namun selalu saya tolak, saya anggap ibu terlalu kuno cara berpikirnya.
Memang Ibu saya memutuskan berhenti bekerja dan memilih membesarkan kami 6 orang anaknya. Padahal sebagai seorang sarjana ekonomi karir ibu waktu itu katanya sangat baik. Dan ayahpun ketika itu juga biasa-biasa saja dari segi karir dan penghasilan. Meski jujur saya pernah berpikir untuk memutuskan berhenti bekerja dan mau mengurus Doni dan Maya, namun selalu saja perasaan bagaimana kebutuhan hidup bisa terpenuhi kalau berhenti bekerja, dan lalu apa gunanya saya sekolah tinggi-tinggi? .
Meski sebenarnya suami saya juga seorang yang cukup mapan dalam karirnya dan penghasilan. Dan biasanya setelah ada nasehat ibu saya menjadi lebih perhatian pada Doni dan Maya namun tidak lebih dari dua minggu semuanya kembali seperti asal urusan kantor dan karir fokus saya. Dan kembali saya menganggap saya masih bisa membagi waktu untuk mereka, toh teman yang lain di kantor juga bisa dan ungkapan "kualitas pertemuan dengan anak lebih penting dari kuantitas" selalu menjadi patokan saya.
Sampai akhirnya semua terjadi dan diluar kendali saya dan berjalan begitu cepat sebelum saya sempat tersadar. Maya berubah dari anak yang begitu manis menjadi pemakai Narkoba. Dan saya tidak mengetahuinya! !! Sebuah sindiran dan protes Maya saat ini selalu terngiang di telinga. Waktu itu bik Inah pernah memohon untuk berhenti bekerja dan memutuskan kembali ke desa untuk membesarkan Bagas, putera satu-satunya, setelah dia ditinggal mati suaminya.
Namun karena Maya dan Doni keberatan maka akhirnya kami putuskan agar Bagas dibawa tinggal bersama kami. Pengorbanan bik Inah buat Bagas ini sangat dibanggakan Maya. Namun sindiran Maya tidak begitu saya perhatikan. Akhirnya semua terjadi , setelah tiba-tiba jatuh sakit kurang lebih dua minggu, bik Inah meninggal dunia di Rumah Sakit. Dari buku harian Maya saya juga baru tahu kenapa Doni malah pergi dari rumah ketika bik Inah di Rumah Sakit.
Memang Doni pernah memohon pada ayahnya agar bik Inah dibawa ke Singapore untuk berobat setelah dokter di sini mengatakan bahwa bik Inah sudah masuk stadium 4 kankernya. Dan usul Doni kami tolak hingga dia begitu marah pada kami. Dari sini saya kini tahu betapa berartinya bik Inah buat mereka, sudah seperti ibu kandungnya! menggantikan tempat saya yang seolah hanya bertugas melahirkan mereka saja ke dunia. Tragis !
Dan sebuah foto "keluarga" di dinding kamar Maya sering saya amati Kalau lagi kangen dengannya. Beberapa bulan yang lalu kami sekeluarga ke desa bik Inah. Atas desakan Maya kami sekeluarga menghadiri acara pengangkatan Bagas sebagai kepala sekolah madrasah setelah dia selesai kuliah dan belajar di pesantren. Dan Doni pun begitu bersemangat untuk hadir di acara itu padahal dia paling susah untuk diajak ke acara serupa di kantor saya atau ayahnya. Dan difoto "keluarga" itu tampak bik Inah, Bagas, Doni dan Maya tersenyum bersama. Tak pernah kami lihat Maya begitu senang seperti saat itu dan seingat saya itulah foto terakhirnya. Setelah bik Inah meninggal Maya begitu terguncang dan shock, kami sempat merisaukannya dan membawanya ke psikolog ternama di Jakarta.
Namun sebatas itu yang kami lakukan setelah itu saya kembali berkutat dengan urusan kantor. Dan di halaman buku harian Maya penyesalan dan air mata tercurah. Maya menulis :
"Ya Tuhan kenapa bik Inah meninggalkan Maya, terus siapa yang bangunin Maya, siapa yang nyiapin sarapan Maya, siapa yang nyambut Maya kalau pulang sekolah, Siapa yang ngingetin Maya buat berdoa, siapa yang Maya cerita kalau lagi kesel di sekolah, siapa yang nemenin Maya kalo nggak bisa tidur....... ...Ya Tuhan
Maya kangen banget sama bik Inah" bukankah itu seharusnya tugas saya sebagai ibunya, bukan bik Inah ? Sungguh hancur hati saya membaca itu semua, namun semuanya sudah terlambat tidak mungkin bisa kembali, seandainya semua bisa berputar kebelakang saya rela berkorban apa saja untuk itu. Kadang saya merenung sepertinya ini hanya cerita sinetron di TV dan saya pemeran utamanya.
Namun saya tersadar ini real dan kenyataan yang terjadi. Sungguh saya menulis ini bukan berniat untuk menggurui siapapun tapi sekedar pengurang sesal saya semoga ada yang bisa mengambil pelajaran darinya. Biarkan saya yang merasakan musibah ini karena sungguh tiada terbayang beratnya. Semoga siapapun yang membaca tulisan ini bisa menentukan "prioritas hidup dan tidak salah dalam memilihnya". Biarkan saya seorang yang mengalaminya. .
Saat ini saya sedang mengikuti program konseling/therapy untuk menentramkan hati saya. Berkat dorongan seorang teman saya beranikan tulis ini semua. Saya tidak ingin tulisan ini sebagai tempat penebus kesalahan saya, karena itu tidak mungkin! Dan bukan pula untuk memaksa anda mempercayainya, tapi inilah faktanya. Hanya semoga ada yang memetik manfaatnya.
Dan saya berjanji untuk mengabdikan sisa umur saya untuk suami dan Doni. Dan semoga Tuhan mengampuni saya yang telah menyia-nyiakan amanahNya pada saya. Dan disetiap berdoa saya selalu memohon "YA Tuhan seandainya Engkau akan menghukum Maya karena kesalahannya, sungguh tangguhkanlah Ya Tuhan, biar saya yang menggantikan tempatnya kelak, biarkan buah hatiku tentram di sisiMu". Semoga Tuhan mengabulkan doa saya. Readmore.....
MUJIZAT kata maaf
Entah dari mana asal muasalnya, yang pasti ini wajib kita sampaikan untuk saling cerita, yang didalamnya banyak mengandung hikmah yang terkadang kita lupakan bahkan diabaikan.
Ada seorang pria yang hidup di sebuah kota kecil di White Oak ,, Georgia , Amerika. Pria ini menikahi seorang wanita yang cantik dan baik kepadanya, sayangnya dia tidak pernah menghargai istrinya. Dia tidak menjadi seorang suami dan ayah yang baik buat istri dan anaknya perempuan. Dia sering pulang malam-malam dalam keadaan mabuk, bila keadaan mabuk, ia lalu berbuat kasar dan sering kali ia memukuli anak dan isterinya. Satu malam dia memutuskan untuk mengadu nasib ke kota besar, New York. Dia mencuri uang tabungan isterinya hinga terkuras habis selama bertahun istrinya menabung. Ia lalu naik bis menuju ke utara, ke kota besar, ke kehidupan yang dia anggap yang baik. Bersama-sama beberapa temannya dia memulai bisnis baru.
Untuk beberapa saat dia menikmati hidupnya. Gambling, drug. Dia menikmati semuanya itu. Bulan berlalu. Tahun berlalu. Bisnisnya gagal, dan ia mulai kehabisan uang. Lalu dia mulai terlibat dalam perbuatan kriminal. Ia menulis cek palsu dan menggunakannya untuk menipu uang orang. Akhirnya pada suatu saat naas, dia tertangkap. Polisi lalu menjebloskannya ke dalam penjara, dan pengadilan menghukum dia tiga tahun penjara.
Hari demi hari ia alami di penjara membuat ia berpikir dan menyesali. Menjelang akhir masa penjaranya, dia mulai sadar dan merindukan keluarganya yang ada di rumahnya. Dia sangat merindukan keluarganya. Akhirnya dia memutuskan untuk menulis surat kepada istrinya, untuk menceritakan betapa menyesalnya dia, yang telah dilakukan selama ini. Jika masih diberi kesempatan ia akan menyayangi istri dan anaknya, bahwa ia juga masih mencintai isteri dan anaknya. Dan ia berharap dia masih boleh kembali.
Namun dia juga mengerti bahwa mungkin sekarang sudah terlambat, oleh karena itu ia mengakhiri suratnya dengan menulis, “Sayang, engkau tidak perlu menunggu aku. Namun jika engkau masih ada perasaan padaku, maukah kau nyatakan? Jika kau masih mau aku kembali padamu, ikatkanlah sehelai pita kuning bagiku, pada satu-satunya pohon beringin yang berada di pusat kota. Apabila aku lewat dan tidak menemukan sehelai pita kuning, tidak apa-apa. Aku akan tahu dan mengerti dengan apa yang telah aku perbuat selama ini dan aku tidak akan turun dari bis. Aku akan terus menuju Miami. Dan aku berjanji aku tidak akan pernah lagi menganggu engkau dan anak kita seumur hidupku.” Ia menulis surat itu dengan tidak henti-henti air matanya mengalir.
Dia sangat gelisah. Dia tidak menerima surat balasan dari isterinya. Dia tidak tahu apakah isterinya menerima suratnya atau sekalipun dia membaca suratnya, apakah dia mau mengampuninya? Dia naik bis menuju Miami, Florida, yang melewati kampung halamannya, White Oak. Dia sangat sangat gugup. di sampingnya ada yang memperhatikan tingkah dia. "kamu kenapa? keliahatannya kamu begitu tegang." kata seorang pria yang duduk di sampingnya. Spontan ia menoleh,dan air matanya pun mulai berkaca-kaca. Ia lalu menceritakan kisahnya sejak ia menikah dan saat ia juga memperlakukan istri dan anaknya.
Seisi bis mendengar ceritanya dan kebanyakan terharu dengan rasa penyelannya. Beberapa penumpang bus meminta kepada sopir bus untuk berjalan perlahan-lahan. “Tolong, pas lewat White Oak, jalan pelan-pelan. Kita mesti lihat apa yang akan terjadi…” Hatinya berdebar-debar saat bis mendekati pusat kota White Oak, dan para penumpang pun tidak berkedip untuk menyaksikan hal itu. Hingga akhirnya ia tidak berani mengangkat kepalanya, ia menutupi mukanya dengan kedua tanganya karena ia begitu terasa tegang. Keringat dingin mengucur deras,bajunya pun sampai basah.
"Lihat....disana ada kain besar yang menutupi setiap pohon." seru seorang penumpang. Seketika pria itu langsung melihat yang di tunjukan oleh seorang penumpang. Air matanya tiba-tiba menetes di matanya… ternyata ia tidak melihat sehelai pita kuning… tidak ada sehelai….. . Melainkan ada kain-kain kuning yang menutupi semua pohon …. Ooh… seluruh pohon telah dibalut oleh kain kuning. Ketika turun di halte, ternyata seluruh keluarga besar istrinya telah menunggu di pohon beringin itu dengan anaknya juga. Melihat ia di sambut dengan istri dan anaknya serta keluarga besar istrinya, hatinya makin tak kuasa tuk menahan haru. Ia lalu berjalan menghampiri mereka. Anaknya pun berlari sambil memanggil ayah dan ia pun memeluk ayahnya. Istrinya menyusul dan tuk menjemput suaminya. Ia bisa lega hatinya karena istrinya bukan hanya mengampuni tetapi juga mau memberikan kasihnya untuk dia
Pesan Admin :
Inilah yang dinamakan cinta, perempuan selalu bisa memaafkan lelaki, karena dalam hati perempuan tidak akan ada rasa benci sedikitpun terhadap lelaki yang ia cintai.
Duhai Kaum lelaki, hidup ini akan sangat terang gemintang ketika istri menunggu pulang saat kerja, ketika tertawa kecil dari sang anak, semua lelah ini akan berguguran ketika mereka slalu ada. Jangan abaikan mereka. Suksesmu adalah dari mereka bukan dari diri sendiri
Minggu, 20 Maret 2011
Kotak ciuman
Keesokan harinya, anak perempuan itu memberikan kado itu sebagai hadiah ulang tahun pada sang Ayah.
“Ini untuk ayah,” kata anak gadis itu.
Sang ayah tak jadi marah. Namun, ketika ia membuka kotak dan mendapatkan isinya kosong, meledaklah kemarahannya.
“Tak tahukah kau, kalau kau menghadiahi kado pada seseorang, kau harus memberi sebuah barang dalam kotak ini!”
Anak perempuan kecil itu menatap ayahnya dengan mata berkaca-kaca. Ia berkata terisak-isak, “Oh ayah, sesungguhnya aku telah meletakkan sesuatu ke dalam kotak itu.”
“Apa yang kau letakkan ke dalam kotak ini? Bukankah kau lihat kotak ini kosong?” bentak ayahnya.
“Oh ayah, sungguh aku telah meletakkan hampir ribuan ciuman untuk ayah ke dalam kotak itu,” bisik anak perempuan itu.
Sang ayah terperangah mendengar jawaban anak perempuan kecilnya. Ia lalu memeluk erat-erat anak perempuannya dan meminta maaf.
Konon, orang-orang menceritakan bahwa, pria itu selalu meletakkan kotak kado itu di pinggir tempat tidurnya sampai akhir hayat. Kapan pun ia mengalami kekecewaan, marah atau beban yang berat, ia membayangkan ada ribuan ciuman dalam kotak itu yang mengingatkan cinta anak perempuannya.
Dan sesungguhnya kita telah menerima sebuah kotak emas penuh berisi cinta tanpa pamrih dari orang tua, istri/suami, anak, pasangan, teman dan sahabat kita. Tak ada yang lebih indah dan berharga dalam hidup ini selain cinta.
Readmore.....
Jumat, 18 Maret 2011
Keseimbangan hidup
Hingga suatu hari, karena ada masalah, si pemuda harus mendatangi salah seorang petinggi perusahaan di rumahnya. Setibanya di sana, dia sempat terpukau saat melewati taman yang tertata rapi dan begitu indah.
"Hai anak muda. Tunggulah di dalam. Masih ada beberapa hal yang harus Bapak selesaikan," seru tuan rumah. Bukannya masuk, si pemuda menghampiri dan bertanya, "Maaf, Pak. Bagaimana Bapak bisa merawat taman yang begitu indah sambil tetap bekerja dan bisa membuat keputusan-keputusan hebat di perusahaan kita?"
Tanpa mengalihkan perhatian dari pekerjaan yang sedang dikerjakan, si bapak menjawab ramah, "Anak muda, mau lihat keindahan yang lain? Kamu boleh kelilingi rumah ini. Tetapi, sambil berkeliling, bawalah mangkok susu ini. Jangan tumpah ya. Setelah itu kembalilah kemari".
Dengan sedikit heran, namun senang hati, diikutinya perintah itu. Tak lama kemudian, dia kembali dengan lega karena mangkok susu tidak tumpah sedikit pun. Si bapak bertanya, "Anak muda. Kamu sudah lihat koleksi batu-batuanku? Atau bertemu dengan burung kesayanganku?"
Sambil tersipu malu, si pemuda menjawab, "Maaf Pak, saya belum melihat apa pun karena konsentrasi saya pada mangkok susu ini. Baiklah, saya akan pergi melihatnya."
Saat kembali lagi dari mengelilingi rumah, dengan nada gembira dan kagum dia berkata, "Rumah Bapak sungguh indah sekali, asri, dan nyaman." tanpa diminta, dia menceritakan apa saja yang telah dilihatnya. Si Bapak mendengar sambil tersenyum puas sambil mata tuanya melirik susu di dalam mangkok yang hampir habis.
Menyadari lirikan si bapak ke arah mangkoknya, si pemuda berkata, "Maaf Pak, keasyikan menikmati indahnya rumah Bapak, susunya tumpah semua".
"Hahaha! Anak muda. Apa yang kita pelajari hari ini? Jika susu di mangkok itu utuh, maka rumahku yang indah tidak tampak olehmu. Jika rumahku terlihat indah di matamu, maka susunya tumpah semua. Sama seperti itulah kehidupan, harus seimbang. Seimbang menjaga agar susu tidak tumpah sekaligus rumah ini juga indah di matamu. Seimbang membagi waktu untuk pekerjaan dan keluarga. Semua kembali ke kita, bagaimana membagi dan memanfaatkannya. Jika kita mampu menyeimbangkan dengan bijak, maka pasti kehidupan kita akan harmonis".
Seketika itu si pemuda tersenyum gembira, "Terima kasih, Pak. Tidak diduga saya telah menemukan jawaban kegelisahan saya selama ini. Sekarang saya tahu, kenapa orang-orang menjuluki Bapak sebagai orang yang bijak dan baik hati".
==============================================
Dapat membuat kehidupan seimbang tentu akan mendatangkan keharmonisan dan kebahagiaan. Namun bisa membuat kehidupan menjadi seimbang, itulah yang tidak mudah.
Saya kira, kita membutuhkan proses pematangan pikiran dan mental. Butuh pengorbanan, perjuangan, dan pembelajaran terus menerus. Dan yang pasti, untuk menjaga supaya tetap bisa hidup seimbang dan harmonis, ini bukan urusan 1 atau 2 bulan, bukan masalah 5 tahun atau 10 tahun, tetapi kita butuh selama hidup. Selamat berjuang! Readmore.....
Sahabat...cinta dan harapanku
Aku tenang, aku damai dan aku bersuka…
Kita sering sekali menjalani kehidupan ini dengan cara kita sendiri, melakukan banyak hal dengan tenaga dan energi yang besar untuk menyelesaikan pekerjaan yang sebenarnya ringan, aku sering menyebutnya dulu menyusahkan diri sendiri. Sesuatu yang sederhana, kita buat menjadi sesuatu yang rumit, ribet...
Berat...
Aku baru saja melalui banyak hal, persoalan yang kuhadapi tidak mudah bagi ku. Berulang kali aku ingin merdeka tapi ini semua kata-kata belaka, sikap dan perbuatan ku dan tidak menunjukkan kemerdekaan. Malah, perubahan itu menjadi bumerang bagi diri ku sendiri. Aku merasa semua jadi sulit, semua jadi susah, semua jadi payah.
Aku terus bermain-main dengan logika ku, pikiran ku, perasaan ku yang membuahkan ketidaknyamanan bagi diri ku sendiri dan juga bagi orang yang didekat ku.
Pyuuhhh.......lelah
Sesaat Dia memberikan aku kelegaan, ketika kutahu tidak ada lagi jalan, tapi sebenarnya Dia sedang membuka jalan pada ku. Peristiwa demi peristiwa harus kuhadapi untuk melalui jalan ini, dan sedikit demi sedikit aku melihat terang..yang semakin lama semakin terang.
Kulepaskan semua kepenatan ini, tak sanggup rasanya untuk bertahan dalam kegelapan, karena kata-Nya aku harus menelanjangi kegelapan.
Apakah arti hidup? Aku harus terus mengulagi pertanyaan ini? Apakah arti hidup yang singkat ini? Apakah aku hanya akan membawa kesusahan, keresahan, kekuatiran, kepaitan dan kesedihan dalam hidup. Apakah hidup hanya sebatas ini saja. Apakah hidup itu hanya dilewati dengan perasaan yang biasa sama setiap hari. Apakah engkau tidak ingin memaknai hidup mu? Apakah ingin membawa hidup sampai tua dengan standar dunia?
Tidak!!
Aku bahagia dengan hidupku, hidup yang sangat indah. Hidup yang luar biasa, hidup yang tidak membosankan..hidup yang diwarnai oleh banyak kumpulan-kumpulan soal dan jawaban. Hidup yang penuh dengan pilihan, hidup yang mengandung kesuksesan setelah mengalami kegagalan, hidup yang penuh dengan kata cinta dan sayang, hidup yang tulus, hidup yang pernah mengalami kemiskinan, hidup yang mengajarkan derita berubah menjadi suka. Hidup ku penuh dengan bonus yang spesial.
Terlalu banyak yang akan kubagikan nanti, kepada jiwa yang menjadi generasi.
Sekali lagi aku katakan, kukatakan pada diriku juga..
Tidak ada tempat yang aman dan nyaman selain hanya meletakkan hidup di dalam Dia.
Tidak ada tempat yang indah dan penuh sukacita selain di hadirat Nya.
Jangan jauh...jangan jauh berjalan dari Dia
Jangan katakan lelah ketika ingin memberikan yang terbaik bagi Nya
Jangan mengeluh karena mendatangkan peluh
Jangan malas, jangan malas untuk bicara pada Nya
Jangan malu, Dia menatap dan menunggu
Jangan sungkan, pintu Nya selalu terbuka
Jangan menunggu, Dia tak sabar ingin bertemu
Sebarkan sukacita
Sebarkan kebahagiaan mu
Sebarkan kasih-Nya yang kau miliki...
Pegang setiap janji-Nya
Pegang perkataan-Nya
Hari-hari ini telah menjadi kesukaan bagi ku
Ingin aku terus bersaksi karena cinta Nya dalam hidup ku
Sahabat, aku telah melalui banyak hal
Kadang hati dan pikiran ku tak sejalan
Kadang semua yang kubutuhkan kuanggap menjadi halangan
Kadang saat ada aku tak peduli dan saat tiada aku mencari
Kadang hari ini aku berkata A, besok berkata B
Ini semua bukan bagian diriku, ini semua justru item yang menciptakan masalah-masalah baru .....
Ternyata waktu-waktu ini seperti kuliah tambahan bagi ku
Aku harus melewati bagian ini untuk melihat hikmat dan kebijaksanaan
dan...aku mampu...aku mampu melalui nya karena Dia bersama ku
Ahh....benar
Dalam diam tenang, berdoa dan berserah terletak kekuatan ku!!
Terima kasih Tuhan buat apa yang sudah terjadi
Terima kasih Sahabat, Engkau paling mengerti aku....
Readmore.....
Rabu, 16 Maret 2011
Maaf..aku masih mencintaimu
Hanya ada hati terobek-terobek perih
Ada penyesalan yang ingin kuraih……
Ada masa depan yang ingin kuusir pergi
Sungguh ….. rindu ini betapa menyiksa hati
Seakan tak sanggup membuatku berpikir lagi
Entah bagaimana kabar dirimu kekasih…..
Masihkah rindu menyelimutimu hingga kini ?
Masihkah nalarmu bisa berpikir jernih ?
Sungguh betapa kuingin mendengar suaramu saat ini……
Kekasih hati……..
Maafkan aku yang masih mencintaimu hingga detik ini… Readmore.....
LOVE
Aku masih ingat senyumanmu yang menggantung
Hmmm, desir rasa rindu ini,
Aku tau aku tidak boleh lagi menyimpan cinta untukmu
Tapi ketika aku paksa hatiku, aku malah gamang
Ternyata, namamu sangat kuat terpatri
Meskipun seharusnya nama yang lain-lah yang ada di situ
Love, mungkin hatiku akan selalu selingkuh
Selingkuh karena porsi cintaku selalu lebih besar untukmu
Engkau adalah cinta yang terlarang untukku
Tapi aku sudah pasrah, gak bisa ngapa-ngapain
Love, meskipun seharusnya kau jadi sejarah
Tapi entah mengapa, file tentangmu selalu terbaru
Satu dekade waktu yang cukup lama,
Namun seperti baru kemarin saja
Love, maafkan aku
Karena masih menyimpan cinta ini untukmu
Malah masih berharap bertemu denganmu
Memelukmu sambil berharap tiada lagi pembatas itu… Readmore.....
Kamis, 10 Maret 2011
Doaku
Kedalam tanganMu ya Tuhan
Tulislah nama anakku Theresia avilla
Dengan tinta yang tidak terhapuskan
Agar ta'ada siapapun juga
yang dapat merebutnya
Tidak juga iblis durhaka
Mengayaknya seperti gandum belaka
Peganglah tangan anakku
Bila mereka harus kulepaskan
Biarlah mereka dilindungin kuat-Mu
Terlepas bebas dari segala kelemahan
Tuhan, Kau tahu betapa hebatnya
Dunia dapat memperlakukan mereka dengan sewenang-wenang
Jagalah jangan sampai mereka tenggelam
Dalam cobaan dunia yang kejam
Aku tidak meminta anakku
Bebas lepas disetiap penderitaan
Hanya kuminta keberanian dan daya tahan
bagi mereka dalam ketakutan dan kesepian
Biarlah dalam nama-Mu mereka peroleh perlindungan
jangan biarkan mereka terasing dari pada-Mu, Tuhan
Melainkan akrab setia sepanjang penghidupan
Kuserahkan nama anakku Theresia Avilla
Kedalam tangan-Mu ya Tuhan
Amien Readmore.....
Rabu, 16 Februari 2011
aku dan pencipta
Orang sering sulit dimengerti, tidak pikir panjang dan selalu memikirkan diri sendiri, namun demikian ... ampunilah mereka.
Bila anda baik hati, orang mungkin menuduh anda egois, atau punya mau, namun demikian ... tetaplah berbuat baik.
Bila anda sukses, anda akan menemui teman-teman yang tidak bersahabat, dan musuh-musuh sejati anda, namun demikian ... teruskan kesuksesan anda.
Bila anda jujur dan tulus hati, orang mungkin akan menipu anda; namun demikian ... tetaplah jujur dan tulus hati.
Hasil karya anda selama bertahun-tahun dapat dihancurkan orang dalam semalam; namun demikian ... tetaplah berkarya.
Bila anda menemukan ketenangan dan kebahagiaan, mungkin ada yang iri; namun demikian ... syukurilah kebahagiaan anda.
Kebaikan anda hari ini gampang sering dilupakan orang; namun demikian ... teruslah berbuat kebaikan.
Berikanlah yang terbaik dari anda dan itu pun tidak akan pernah memuaskan orang, namun demikian ... tetaplah memberi yang terbaik.
Pada akhirnya ....
Perkaranya adalah antara anda dan Sang Pencipta... dan bukan antara anda dan mereka.
Minggu, 06 Februari 2011
Apa penyebab penyakit
Dr. Harldson Hoffen, seorang dokter di sebuah rumah sakit (Mei), suatu ketika mempresentasikan hasil risetnya di depan lembaga Amerika untuk para dokter, ahli bedah dan kalangan industriawan. Saat itu ia mengatakan bahwa ia telah meneliti kondisi seratus tujuh puluh enam pekerja. Usia mereka rata rata 44 tahun. Ternyata lebih dari sepertiga para pekerja itu menderita satu dari tiga penyakit yang disebabkan oleh ketegangan saraf. Tiga penyakit itu adalah kerusakan jantung, infeksi lambung dan tekanan darah.
Yang demikian itu terjadi saat mereka belum sampai 45 tahun. Apakah orang yang membayar keberhasilannya dengan infeksi lambung dan kerusakan jantung bisa dianggap sebagai orang yang sukses? Apa gunanya mengumpulkan dunia dengan mengorbankan kesehatannya? Walaupun seseorang memiliki dunia seluruhnya, dia tidak dapat tidur kecuali di atas satu tempat tidur saja. Dia pun tidak bisa makan kecuali tiga kali sehari. Lalu apa bedanya antara dia dengan kuli bangunan?
Bahkan boleh jadi para kuli bangunan itu bisa tidur lebih nyenyak dan lebih lahab menikmati makanan ketimbang para bisnisman yang memiliki kedudukan. Dr. W.S. Fritz mengatakan : "Empat dari lima orang yang sakit tidak disebabkan oleh kerusakan fisik, tapi penyakit mereka ditimbulkan oleh ketakutan, gelisah, kebencian, ketidakmampuan menyesuaikan diri dengan kehidupan, dll.
Pencerahan : Kita tidak kuasa mengubah masa lalu dan melukis masa depan sesuai dengan keinginan kita. Lalu, mengapa kita membunuh diri sendiri dengan bersedih atas sesuatu yang tidak mungkin kita ubah. Readmore.....














